Lembaran-lembaran berpencar
Cahaya berpendar
Menghiasi langit malam
Kembali ke sana, jauh melayang
Setengah menerawang
Kupikir masanya telah habis
Kupikir waktu telah menghapusnya
Tak sadar semuanya masih berbekas
Kini hanya bisa menanggung pilu
Benci, benci kamu yang dulu
Benci, benci mengapa kamu begitu
Senang telah berubah,
Namun bagaimana bila tak sengaja bertemu lagi?
Sudahlah, aku tidak mau mengingat lagi
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Juli 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Harapan
Buang semua mimpi
Aku sudah tidak peduli lagi
Semua telah sirna sekejap
Namun tak dapat kugapai pula
Ingin mengulang segalanya dari awal
Tak punya kuasa mengingini segalanya
Memang, semuanya sudah berlalu
Memang, aku tak punya tahta lagi
Mahkotaku sudah hilang,
Harapku sudah pupus
Menanti, menanti, berharap, berharap
Agar tak seburuk seperti yang dipikir
Jumat, 04 Mei 2012
Sekali Lagi
Sekali lagi
Aku dihujam
Keraguan menyelimuti hati
Akankah aku tiba pada mimpiku?
Sekali lagi
Iblis memaksaku
Tanpa sadar nyawaku tinggal separuh
Harapan tinggal harapan
Dua kesempatan, satu harapan
Sekali lagi
Berharap pada keajaiban
Berharap semuanya akan kembali normal
Berharap semuanya hidup kembali
Sekali lagi
Jangan, jangan hancurkan aku
Aku lebih baik mati, daripada begini
Jangan, jangan habisi aku
Aku takut ia kecewa
Sekali lagi
Aku bermimpi
Aku berharap
Dari sisa-sisa
Ataukah aku yang terlalu berlebihan?
Aku dihujam
Keraguan menyelimuti hati
Akankah aku tiba pada mimpiku?
Sekali lagi
Iblis memaksaku
Tanpa sadar nyawaku tinggal separuh
Harapan tinggal harapan
Dua kesempatan, satu harapan
Sekali lagi
Berharap pada keajaiban
Berharap semuanya akan kembali normal
Berharap semuanya hidup kembali
Sekali lagi
Jangan, jangan hancurkan aku
Aku lebih baik mati, daripada begini
Jangan, jangan habisi aku
Aku takut ia kecewa
Sekali lagi
Aku bermimpi
Aku berharap
Dari sisa-sisa
Ataukah aku yang terlalu berlebihan?
Pupus
Kini semuanya terasa semu
Harapan pupus, tak ada petunjuk
Impian yang kini tinggal kenangan
Bersama, berusaha menggapai mimpi
Dahulu terasa nyata
Hidup kini jadi tak berarti lagi
Dulunya ada harapan, kau hancurkan dalam 3 hari
Aku bingung
Aku kecewa
Aku heran padamu
Ingin ku teriak depan matamu
Namun apa daya, kau berkuasa
Masa depanku ada dalam cengkramanmu
Kini darah telah menetes sedikit demi sedikit
Menunggu ajalnya
Semua harapan bersatu, mengakumulasikan harapan yang sudah luntur
Mengharap kesempatan akhir, dapat memperbaiki semuanya
Tolong bantulah aku, menghadapi iblis yang siap memangsaku
Kamis, 03 Mei 2012
Sampai Kapan?
Aku mengingatnya dengan jelas
Hari itu, aku bertemu dengannya
Sejenak aku membisu
Melihatnya
Memperhatikannya
Dalam bisu, tertutup kabut
Hingga tiba waktunya
Menatapnya untuk terakhir kalinya
Hanya bisa mengucap permisi
Waktu kulewati,
Memandangnya dari kejauhan
Tanpa berani mengucap sapa
Harapan menguap,
Takut menyelimuti hati
Takut, takut salah, takut kecewa
Sadar waktunya telah berlalu
Perasaan tak menentu
Keberanian tak kunjung menyatu
Mengharap kabar dari seberang yang tak kunjung datang
Sedih, sesal, sungkan menari-nari seirama
Ingin dikenal, tanpa sengaja
Ingin disapa, tanpa sengaja
Kini hanya bisa memandangi
Dengan hati tersayat
Menanti, menanti, menanti
Sampai kapan?
Langganan:
Postingan (Atom)